Sabtu, 24 Oktober 2015

Makam Sayid Mansyur








Ada beberapa tempat wisata di Purbalingga yang terkenal sampai ke daerah di luar kabupaten Purbalingga/ Dan juga dikunjungi oleh banyak orang// Salah satu Objek wisata ziarah yang diminati oleh penduduk sekitar Purbalingga adalah objek wisata makam Syekh Mansyur//Areal kompleks Makam Syech Sayid Ahmad Al Mansyur di dusun Karangnangka Desa Sumampir Kec  Rembang//
Mereka datang untuk bersilaturahmi/ berziarah dan halal bi halal bersama pimpinan Majlis Dzikir Nurul Hakim , yakni  Raden Sayid Amir Hakim// Acara Haul tahunan di komplek Makam Syekh Sayid Ahmad Al Mansyur ini biasanya berlangsung setiap bulan Syawal// Dimana anggota jamaah istighosah berkumpul bersama dari berbagai daerah// Acara rutin selapan ada malam Kamis Kliwon/ dengan mengundang ceramah dari ulama setempat//
Untuk menuju komplek makam wisata ziarah ulama Persia ini/dapat ditempuh baik dengan kendaran pribadi/ maupun angkutan umum//
Kawasan wisata ziarah spiritual ini berdekatan dengan wisata ziarah Syekh Jambu Karang/ yang berada di Desa Penusupan kecamatan Karangmoncol/ dan wisata pendidikan Monumen Jendral Sudirman/ yang berada di desa Bantarbarang/ kecamatan Rembang Kab Purbalingga//
/Agar sampai di kompleks makam, jalur yang paling mudah ditempuh oleh peziarah adalah dari arah terminal Bobotsari menuju ke arah timur kec Rembang  Purbalingga// Dari Bobotsari ke Desa Sumampir / peziarah akan diajak melintasi jalan tembus yang berliku sepanjang 20 kilometer// Sampai pertigaan Sumampir atau kompleks Pasar Sumampir, belok kiri ke arah utara sekitar 5 kilometer menuju grubul Karangnangka// Kendaraan anda harus fit betul, jalan menanjak dan menurun curam beraspal namun masih berkabut oleh embun pegunungan yang meyegarkan tubuh// Areal Parkir paling mudah di sekitar masjid Baiturrahman/ Karangnangka// Peziarah kemudian berjalan kaki menyusuri bukit areal pekuburan sepanjang satu kilometer yang sudah dikrosok//
Awalnya kompleks makam ini merupakan tanah pekuburan biasa/ setelah pemilik tanah merelakan untuk dijadikan areal ziarah, mulailah di bangun tempat yang representatif untuk berziarah. Jalan menuju kompleks makam sudah berbatu dan tidak licin pada waktu musim hujan/ bahkan jalan berundak menuju kompleks makam sudah dicor beton sehingga memudahkan peziarah untuk mencapai kompleks makam/ Panorama yang indah di berlahan utara bukit/ menambah refreshing bagi peziarah sembari menikmati suasana alam dan udara yang mampu menyegarkan tubuh. Lelah tiada terasa sampai di kompleks makam//  
Sambil berziarah/ pengunjung diajak menapak tilasi dakwah dari Syech Sayid Ahmad Al Mansyur sejaman Syech Abdul Qadir Jaelani, dimana Syekh Mansyur adalah murid Syech Abdul Qadir Jaelani/ jauh sebelum masa dakwah Walisongo// Syekh Mansyur diperkirakan masuk ke Tanah Jawa dari Persia/ menuju Gujarat dan sempat singgah melalui Bandar Malaka (Aceh)//
Sampai di Tanah Jawa/ Syekh Mansyur berdakwah kemudian menemukan tempat yang strategis dan berdakwah dengan masyarakat setempat// Namun dakwah Islam ini terputus sejaman dengan Wali I yang datang ke Tanah Jawa (sebelum Wali Songo) atau sekitar abad 10 H sebagaimana dengan Syekh Subadar (Magelang)/ Syekh Jumadil Kubro (Jogja), Syekh Bela Belu (Bantul)/ Syekh Iskandar (Kediri)/ Syekh Maulana Malik Ibrahim (Gresik) dan lain-lain// Karena awal kedatangan Agama Islam ke Nusantara banyak sekali versinya// Sementara Wali Songo sendiri baru masuk ke Tanah Jawa pada abad 11 dan 12 H, sejaman dengan runtuhnya Kerajaan Hindu Majapahit dan Mataram Kuno atau Mataram Hindu//
Makam ini diketemukan pada tahun 2003 dan mulai dibangun areal kompleks makam dengan petilasan dan tempat berteduh pengunjung// Oleh pemerintah desa setempat/ jalan menuju kompleks makam dicor beton agar memudahkan penziarah menuju kompleks makam//
Menurut Juru Kunci Makam dan sekaligus Perangkat Desa Sumampir // Galih Prabowo menuturkan/ acara kegiatan yang rutin baru pada acara Haul Bulan Syawal// Haul baru pertama kali dilakukan pada tahun 2005 dan kegiatan ini akan berlanjut rutin tiap tahun// Dengan kegiatan ini diharapkan tali silaturahmi di antara umat Islam akan terus terjalin//Hal ini sangat penting, di saat Ukhuwah Islamiyah di antara umat Islam yang sedang goyah/ dengan kegiatan ini juga untuk menghindari hal-hal buruk yang kerap terjadi diantara umat beragama/ katanya//
Habib Ahmad Al Hadad menyampaikan pentingnya peringatan Haul yakni untuk mengingat mati//Selain itu peringatan Haul merupakan salah satu ajaran Ahlus sunnah wal Jamaah dimana dalam acara ini mengingatkan kita untuk mengenang jejak wali Alloh yang pernah berdakwah di bumi Purbalingga/ Peringatan haul juga menjadi sarana silaturahmi dimana dengan silaturahmi bulan Syawal ini semoga kita dipanjangkan umur/Semakin taat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW/ keluarga semakin rukun dan kita berharap sisa umur kita khusnul khatimah mempunyai anak-anak yang shalih dan shalihah / kata Habib Ahmad//
Semoga yang hadir disini rejekinya semakin lancar dan barokah dan mendapat akhir khusnul khatimah dan mendapat syafaat Rasulullah SAW kelak di yaumil Qiyamah, harap Djawahir Khafidz salah seorang pengurus Majlis Dzikir Nurul Hakim Purbalingga  (***) Aji Setiawan
www.ajisetiawanst.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar